Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Pages

Rabu, 27 September 2017

Jangan Melupakan Sejarah



SDI Punya Cerita

Laweyan menjadi salah satu pusat batik yang tertua dan terkenal di Kota Solo setelah Kampung Batik Kauman. Kampung ini memiliki luas area 24.83 hektar dan berpenduduk kira-kira 2500 penduduk di mana sebagian besar penduduknya bekerja sebagai pedagang ataupun pembuat batik.  Masjid Laweyan adalah masjid tertua yang ada di Kota Solo. Masjid Laweyan ini dulu terkenal dengan Masjid Ki Angeng Henis. Masjid ini menjadi saksi bisu penyebaran islam di Kota Solo. Arsitektur masjid ini terpengaruh oleh budaya Hindu. Dahulunya Ki Angeng Henis adalah teman dari seorang Raja dari Kerajaan Pajang. Kerajaan Pajang ini terpengaruh ajaran Hindu. Ki Ageng Henis adalah penasihat Kerajaan Pajang dan bersahabat dengan  pemuka agama Hindu. Mereka berdua pun mendirikan salah satu Pura di Laweyan. Pura di Laweyan ini berubah menjadi Langgar (Mushola) untuk melayani umat islam saat itu. Dari Langgar Laweyan berubahlah menjadi Masjid Laweyan ini. Masjid ini terletak di dekat sungai yang menjadi lalu lintas perdagangan Samanhudi, bernama Sungi anak Bangawan Solo.
 Pada tahun 1800an Kampung Lawean tidak boleh memproduksi batik oleh Belanda. Melihat hal ini, Samanhudi beserta kawan-kawan bergerak agar kampung Laweyan bisa mandiri. Awalnya Samanhudi suka menulis, lalu disarankan oleh R.M. Tirtoadisuryo untuk membuat organisasi dengan menyusun ADRT. Namun, Samanhudi tidak percaya diri, ia rasa dirinya tidak mempunyai apa-apa. Tirto memanggil Cokro untuk membantu Samanhudi, Cokro pun datang dari Surabaya. Hingga akhirnya terbentuklah SDI pada tanggal 16 Oktober 1905 diketuai oleh Samanhudi. Konggres pertama SDI bertempat di Solo. Samanhudi hanyalah lulusan SD, tapi ia mampu menjadi pemimpin Filantropi. SDI bertujuan untuk memberikan bantuan pada para pedagang pribumi agar dapat bersaing dgn pedagang Cina. Gambar disamping adalah strutur SDI.
            SDI berkembang dengan pesat, 6000 pengusaha mengikuti SDI. Belanda resah, kedudukannya terancam. Belanda mencari celah agar SDI bisa bubar. ADRT lah sasarannya. Memang saat itu ADRT SDI belum sempurna sekali, masih banyak hal-hal yang kurang tepat dan rancu. R.M. Tirtoadisuryo pun menyarankan kembali, untuk menyusun kembali ADRT dan merubah nama menjadi SI (Sarekat Islam). Saat pemilihan ketua, banyak yang sudah terkena pengaruh dari Belanda, yang menanyakan “Mengapa kalian percaya terhadap Samanhudi yang hanya lulusan Sekolah Dasar?”. Maka dipilihlah H.O.S. Cokroaminoto sebagai ketua SI, dan Samanhudi sebagai Dewan Istemewa. Samanhudi tidak langsung turun ke struktur, tetapi dia mengamati sebagai Penasihat.
SI menerbitkan surat kabar “Utusan Hindia”. SI berkembang dengan cepat dan mempunyai cabang diberbagai kota. Perkembangannya dianggap sebagai ancaman pemerintah. Sehingga pergerakannya dibatasi dengan dikeluarkannya peraturan, yaitu cabang SI harus berdiri sendiri dan terbatas daerahnya. Dibentuklah Central Sarekat Islam (CSI) yang mengorganisasikan 50 cabang kantor SI daerah. SI mengirimkan wakilnya di Volksraad. Di Volkraad, SI memegang peranan penting di Radicale Concentratie (gabungan perkumpulan yg bersifat radikal). SI berubah haluan dari kooperatif menjadi nonkooperatif dan menolak ikut serta dalam dewan rakyat yang dibentuk pemerintah
Tahun 1914 Kongres SI di Yogya dipilih HOS. Cokroaminoto menjadi pimpinan SI.Tahun 1916 dlm Kongres tahunan SI, Cokroaminoto menyampaikan pidatonya ttg perlunya pemerintahan sendiri untuk rakyat Indonesia. Dalam kongres itu dihadiri 80 anggota SI lokal dengan anggotnya sebanyak 36.000 orang. Dianggap kongres nasional krn SI mempunyai cita-cita spy penduduk Indonesia menjadi satu nation atau suku bangsa (bangsa Indonesia)
HOS Cokroaminoto adalah guru bagi Soekarno, Semaun, dan Kartosoewirjo . Tahun 1917 muncul aliran revolusioner sosialis ditubuh SI yg  berasal dr SI Semarang yang dipimpin Semaun (anggota ISDV- Indische Sociaal Democratische Vereniging, didirikan H.J.F.M. Sneevliet, 1914). Pengaruh Sosialis Komunis yg dibawa Semaun dan tokoh muda lainnya (Darsono, Tan Malaka, dan Alimin)  semakin menjalar di SI. Tahun 1921, Semaun melancarkan kritik terhadap kebijakan SI pusat sehingga timbul perpecahan. Perpecahan itu melahirkan SI Merah beraliran komunis diwakili Semaun, dan SI Putih beraliran nasionalis keagamaan diwakili Cokroaminoto
Ditetapkanlah disiplin partai agar tidak ada keanggotaan rangkap. Dan Tan Malaka (Sosialis) meminta pengecualian bagi anggota PKI. Tetapi Disiplin partai tetap diberlakukan sehingga  Semaun dikeluarkan dari SI. Tahun 1923 Kongres SI di Madiun, SI Putih  berganti menjadi Partai Sarekat Islam (PSI) dan memberlakukan disiplin partai, sedang SI Merah yg didukung PKI menjadi Sarekat Rakyat. Azas perjuangan PSI adalah nonkooperatif (namun tetap mengijinkan anggotanya duduk dalam Dewan Rakyat atas nama Pribadi). Tahun 1927, Kongres PSI menegaskan azas Organisasi itu adalah mencapai kemerdekaan nasional berdasarkan agama Islam. PSI berbagung dengan Permufakatan Perhimpunan-perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI) sehingga nama organisasi PSI ditambah Indonesia menjadi PSII.
Tahun 1928, dalam Kongres Pemuda PSII ikut aktif mengambil bagian dalam PPPKI. Banyaknya anggota muda dalam PSII membawa perbedaan paham antara golongan muda dan tua. Tahun 1923, timbullah perpecahan dalam organisasi PSII dengan munculnya Partai Islam Indonesia (PARII) dibawah Sukiman yg berpusat di Yogyakarta. Agus Salim dan A.M. Sangaji mendirikan Barisan Penyadar yg berusaha menyadarkan diri sesuai tuntutan zaman. Tahun 1940, Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo mendirikan PSII tandingan terhadap PSII yg dipimpin Abikusno Cokrosuyoso. Perpecahan tersebut menyebabkan kemunduran PSII. Peranannya sebagai Partai Islam dilanjutkan oleh PARII dibawah pimpinan dr. Sukiman.

Selasa, 19 September 2017

Menumbuhkan Minat Baca



Membaca adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis. Semakin banyak membaca, semakin banyak pula informasi yang kita dapatkan, walaupun terkadang informasi itu kita dapatkan secara tidak langsung.
Membaca memiliki sangat banyak tujuan. Selain mendapatkan informasi, membaca juga dapat membuka wawasan yang sangat luas. Membaca juga merupakan kunci untuk membuka pintu gerbang kesuksesan. Tiada orang di dunia ini yang sukses tanpa membaca. Membaca juga merupakan sarana untuk menuntut ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan di dunia ini sangat banyak dan tak terbilang. Maka membaca perlu dibiasakan sejak dini. Semakin sering kita membaca akan semakin sulit bagi kita untuk tidak membaca. Membaca itu sendiri tidak harus membaca buku ilmiah seperti Fisika, Biologi, Sejarah, Ekonomi dan lain sebagainya. Buku cerita, cerpen, novel, artikel dan majalah pun boleh boleh saja. Buku-buku tersebut juga memiliki manfaat dan informasi seperti halnya buku-buku ilmiah. Namun, sebagian dari mereka memiliki informasi yang tidak tersampaikan secara langsung. Membaca juga dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Di zaman yang sudah canggih kali ini, membaca juga tidak perlu harus membeli buku. Bahkan membaca buku di internet sudah sangat memungkinkan. Beberapa dari buku sekolah juga sudah ada yang dibeli oleh pemerintah untuk dapat dipublikasikan secara gratis melalui media internet.
Namun amat sangat disayangkan, dewasa ini jarang kita temukan pelajar yang gemar membaca. Mengisi ruang waktu yang luang untuk membaca. Malah kebanyakan dari mereka lebih memilih untuk main game, pergi ke warnet, jalan-jalan bersama teman keluar rumah. Tapi, masih ada juga sebagian dari mereka yang menanamkan sikap gemar membaca. Ada yang memiliki kegemaran membaca buku ilmiah, dan aja juga yang memiliki kegemaran membaca buku fiksi. Namun, itu tak menjadi masalah. Selagi mereka masih dapat memanfaatkan waktu luang dengan mengisi hal-hal yang bermanfaat, seperti membaca atau belajar.
Untuk menumbuhkan minat baca masyarakat,  disni saya akan membuat suatu kelompok yang berisi para relawan,  untuk mengumpulkan beberapa buku yang sudah pernah dibaca oleh pemiliknya atau sudah tidak terpakai. Selanjutnya,  apabila sudah terkumpul buku- buku tersebut, saya akan membuka suatu lapak di tengah-tengah masyarakat, seperti di taman atau tempat-tempat umum lainnya.  Saya akan mengajak masyarakat membaca, atau paling tidak menawarkan masyarakat untuk mampir ke lapak saya,  barangkali ada buku yang membuat mereka tertarik. Apabila membaca ditempat, saya akan menggratiskannya.  Namun,  apabila ada yang berminat meminjam,  saya akan berikan tarif 3000/buku dengan waktu pengembalian maksimal satu bulan. Dikembalikan ke lapak tempat dia meminjam. Uang hasil peminjaman buku tersebut akan saya sumbangkan bagi mereka yang membutuhkan.
Para relawan ini nantinya yang akan menunggui lapak, mereka menunggui lapak bisa sambil membaca buku yang ada,  ataupun melihat-lihat sekitar. Sistemnya saya akan membagi waktu untuk para relawan.  Bagi relawan yang tidak memiliki kegiatan bisa menunggui lapak,  digilir saja. Lapak akan dibuka dari pukul 09.00-21.00 WIB. Bagi para peminjam saya melakukan beberapa penyimpanan data,  seperti nama, judul buku,  alamat rumah, dan nomor handphone yang dapat dihubungi. Data itu semua digunakan untuk pengambilan buku apabila telah melewati batas pengembaliannya. Apabila telat mengembalikan akan didenda 1000/buku.
Ya,  projek yang saya buat memang seperti perpustakaan keliling, mengapa demikian?  Karena masyarakat malas mengunjungi perpustakaan yang menetap di sela-sela kesibukan mereka.  Dalam hal ini kami yang menemui masyarakat, jadi masyarakat tidak perlu repot-repot datang ke perpustakaan. Ya memang,  buku yang kami miliki tidak selengkap buku yang dimiliki perpustakaan. Saat pengembalian,  kami fleksibel,  bisa memgambil buku di tempat para peminjam berada,  asalkan daerah nya masih bisa terjangkau oleh kami.

Minggu, 15 Desember 2013

Report text of camel


Camels

Camels is one of the mammals. They are herbivore. Camels eat graces and leaves. Camels have lived on Earth 50 years. They typically weight 600 kilograms. They average about 3 meters. Camel can live in Africa, Arabia and India. Camels have brown fur. They have a small and round ears and hump. Camels live in desert. Body camels survive in temperatures of 41 Celsius. More than that, camels start sweating.
 Camel walked far away. Camels have peculiar features it is hump. Hump camels saved specialty fats, which can be converted into water.  So, when camels walked far away, camels not run out the food and drinks. Camels be used for taken the meal and milk. Moreover, camels as animal workers.
 There are two different types in the world. There are Arabian camels, and baktrian camels. Arabian camels live in middle east and middle africa. The amount is currently about 14 million head. Bactrian camels currently numbers about 1.4 million decrease due to a variety of factors, one of which mass killing camels in Australia.

Cerpen pengalaman pribadi


Pengalaman Melukis
Hari itu guru seni budaya ku memberitahu siswa kelas IX A, agar hari Sabtu minggu depan membawa alat-alat melukis. Dalam benakku aku berkata “Oooo tidak, aku ngga punya alat-alat melukis-_-“. Akhirnya pulang sekolah aku membeli alat-alat melukis di toko buku, seperti kuas, pallet, dan kanvas. Di benakku aku bertanya-tanya,”Apakah bisa aku melukis?, mungkin tidak? Habisnya selama ini aku belum pernah melukis.” Kelas ku mandapatkan tema “Ekstrakulikuler SMP Negri 1 Subang”. Aku terus berpikir, “kira-kira ekstrakulikuler apa yang bisa ku lukis?:/”. Aku berpikir keras, dan akhirnya aku mendapatkan ide, aku akan melukis sebuah tenda dan tunas kelapa. Tenda dan tunas kelapa termasuk ke dalam ekstrakulikuler pramuka.
                Hari demi hari pun berlalu, sekarang saatnya pensilku ini membuat torehan-torehan diatas kanvas. Yang semulanya aku akan menggambar tenda dan tunas kelapa, karena suatu hal, berubah menjadi menggambar orang yang menggunakan baju paskibra. Menggambar orangnya dalam dua kanvas, kanvas aku dan kanvas Dita. Dita menggambar muka dan badannya. Sedangkan aku menggambar kakinya. Awalnya, aku tidak yakin bisa menggambar kaki. Namun, setelah kucoba, aku pun bisa menggambar kaki. Ternyata sekarang tidak langsung melukis, hanya membuat sketsa, melukisnya dilanjutkan hari Sabtu minggu depan. Ada yang membuat sketsa gitar, biola, logo spensa, logo PMR, yoyo, bulutangkis, dan masih banyak lagi. Sketsa teman-teman ku sangatlah bagus. Aku pun tidak percaya diri dengan hasil sketsa ku, karna aku hanya menggambar celana dan sepatu paskibra.
                Hari demi hari telah kulewati, hingga hari Sabtu pun tiba kembali. Hari ini saatnya aku berkutat dengan cat. Bu Nida, guru seni budaya kami, hanya menyediakan cat berwarna dasar, seprti warna kuning, biru, hitam, putih, merah. Warnanya cukup terbatas. Oleh sebab itu, apabila aku membutuhkan warna selain warna dasar, aku harus mencampurkan beberapa cat. Ku mulai dengan menuangkan cat berwarana biru dan cat berwarna hitam ke atas pallet, lalu mencampurkannya, agar mendapatkan cat berwarna biru donker untuk melukis celana. Warna biru donker pun kudapatkan. Lalu kucelupkan kuas ku, ke dalam cat, dan menorehkannya secara perlahan di atas kanvas. Awalnya, cukup sulit untuk melukis, namun akhirnya dunia ku telah bersatu dengan dunia melukis. Aku sudah merasa nyaman dan enjoy saat melukis. Serasa dunia milik sendiri, saat melukis aku tidak mau diganggu oleh siapa pun.
                Lalu, kucampurkan kembali cat berwarna hitam, biru, kuning,dan merah. Agar mendapatkan warna coklat, untuk melukis sepatu. Hal yang cukup sulit bagiku, karena setiap warna yang dicampurkan harus sesuai, jangan sampai ada yang warna terlalu banyak, nanti bisa menyebabkan warna coklat tidak akan tercipta. Melukis celana dan sepatu sudah kuselesaikan, sekarang saatnya aku melukis background. Saat itu aku bingung akan menggunakan warna apa untuk melukis background. Warna hijau sudah digunakan teman, akhirnnya aku memutuskan untuk menggunakan warna biru yang bergradasi. Pertama-tama aku menggunaka cat berwarna biru asli. Lalu, cat berwarna biru dicampur dengan warna putih , agar didapatkan cat berwarna biru agak muda, dari yang sebelumnya. Begitu seterusnya, hingga jadilah gradasi. Setelah beberapa jam asyik dengan dunia melukis, lukisan ku pun jadi, siap untuk dikumpulkan Sabtu depan. B)
                Banyak pengalaman yang kudapat saat melukis. Seperti aku harus sabar, jangan tergesa-gesa. Karena apabila tergesa gesa lukisan ku akan jelek. Rok pramuka aku pun menjadi kotor, karena terkena cat berwarna putih. Untung saja terkenanya hanya sedikit. Hingga sekarang noda itu masih ada, karena tidak mempunyai tinner untuk membersihkanya. Dalam benaku berkata “wkkkwkwkw #watirr sekali hidupmu Rin”.
                 Tak terasa, sekarang sudah hari sabtu lagi. Saatnya aku mengumpulkan hasil karya ku. Bu Nida menyatukan semua kanvas siswa kelas IX A. Terlihat Ibu Negara(Zahra) dengan Bu Nida diskusi, untuk menyatukan lukisan kami dengan menggunakan pola garis melengkung.  Aku dan teman-teman sepakat untuk mewarnai pola tersebut dengan warna kuning. Aku cukup senang, karena lukisan ku yang terkena pola hanya sedikit, jadi melukisnya kembali dengan warna kuning pun tidak akan memakan waktu lama. Ternyata aku salah pengertian, setelah aku bertanya beberapa kali ke Ibu Negara, “yang harusnya di lukis ulang tuh, yang ini”(sambil nunjuk ke daerah background yang besar), begitu katanya.  “Oooo tidaakkkkk, aku harus melukis ulang backgroundnya:’( padahal aku sudah capek-capek melukis background itu, dan sekarang harus dilukis ulang:’( penyiksaan bangett. Kenapa ga dari waktu itu aja dibuat polanya?:’(“jeritku dalam hati.
                Aku memulai semuanya dari awal. Sekarang aku harus memutihkan background yang akan di lukiskan dengan cat berwarna kuning, agar warna birunya tidak terlihat. Anehnya saat melukis ulang, ko terasa mudah capek, pegel, tidak seperti saat pertama melukis. Sudah bosen kali yaa(?). Ku tuangkan cat berwarna putih ke atas kanvas, lalu aku mencelupkan kuasnya, dan mulai melukis ulang. Semua background yang terkena pola sudah berwarna putih. Kembali kutuangkan cat berwarna kuning, untuk melukis background tersebut. Lukisan ku sudah jadi kembali. Namun, aku merasa kurang puas dengan lukisan ku yang sekarang, lebih merasa puas dengan lukisan ku yang sebelumnya. Warna backgroundnya hanya kuning polos, tanpa dicampur dengan warna apapun. Hati aku kurang srekk dengan warna background, yang kuning polos. Akhirnya aku melukis ulang backgroundnya dengan menggunakan sedikit campuran warna oranye dengan kuning. Sekarang aku sudah merasa puas kembali dengan hasil lukisan ku.
                Keesokan harinya Bu Nida kembali menyatukan lukisan kami. Jleggerrr rr. Petir menghampiri diriku. Dddddaaaannnnnnn akuuuuu harus kembali melukis background menggunakan warna kuning, karena background aku terlalu berwarna oranye.:’( “Oooo tidakkk. Mengapa harus salah lagi? Mengapaaaa? Aku bingung, kalau backgroundnya kuning polos aku ga sukaaaa… aaahhhh akuu harus gimanaa??:’(“ucapku dalam hati kesaal. Terpaksa besok aku harus melukis ulang lagiii :’(
                Hari ini, saatnya aku melukis ulang lukisan ku, dengan warna kuning. Beberapa kali aku melukis backgroundnya, agar tidak terlihat oranye lagi. “Zahra kaya gini?”sebari menunjukan lukisan ku. “ih Arini, kurang ada hiasan.” Ucap Zahra. Dan sekarang aku baru mengerti , sebenernya lukisan ku berwarna agak oranye juga ga apa-apa, harusnya tuh ada sedikit sentuhan terakhir atau hiasan-hiasan gitu dehh. Aku pun berdiskusi dengan Dita, kira-kira hiasan apa yang cocok untuk digunakan di lukisan kami. Akhirnya, kami sepakat untuk membuat titik-titik cat, yang dituangkan langsung dari tempat catnya ke kanvas kami. Selain itu, kami juga membuat, beberapa garis lengkung, yang dituangkan langsung dari tempat cat ke kanvas kami.
                Di bagian kiri background lukisan aku, aku membuat pola hiasan titik-titik yang dituangkan langsung dari tempat cat ke kanvas, agar catnya timbul.  Di bagian kanan backgroundnya, aku membuat beberapa garis lengkung, yang dituangkan langsung dari tempat cat, agar catnya timbul juga. Di bagian tengah background aku menyatukan hiasan titik-titik dengan hiasan garis lengkung. Setelah itu, aku menaburi gliter, agar ada blink-blinknya gitu deh:D Lalu, aku jemur lukisannya di taman, karena apabila tidak dijemur, keringnya pasti akan lama, kebetulan saat itu cuaca sedang cerah/panas.
                Setelah beberapa menit aku mengambil lukisan ku, dan aku melanjutkan melukis tiga dimensi, dengan menggunakan media Koran dan lem fox.  Awalnya, aku bingung, bagian mana yang akan ditimbulkan, karena objek yang aku lukis hanya sedikit. Aku meminta saran Dita, “Bagian pesaknya aja Rin yang ditimbulkan.”kata Dita. Aku pun mengikuti sarannya. Langsung aku membuat pola pesak di Koran, dan menilapkannya beberapa kali, hingga menjadi tebal. Setelah itu aku olesi lem, lipatan Koran yang satu, dengan yang lainnya, dan langsung aku lukis. Sesudah melukis, aku pun menjemurnya. Dalam waktu beberapa menit, lukisannya sudah kering, lalu aku olesi lem fox, dan menempelkannya di objek pesak yang sudah aku lukis diatas kanvas.
                Saat proses melukis, aku dan Dita sering kali berdiskusi. Kadang Dita juga menanyakan bagaimana saranku, atau bahkan sebaliknya, aku yang menanyakan bagaimana saran Dita. Kadang juga kami berdebat. Bila aku sudah selesai melukis , aku selalu membantu Dita, Karna begitu sulitnya objek yang harus Dita lukis. Setelah mengalami jatuh bangun beberapa kali, lukisan aku pun jadi, dengan background yang lumayan abstrak, menurutku. Aku melihat lukisan Dita dan Zahra, gilaaa, lukisan mereka menurutku bagus. Aku pun makin tidak percaya diri dengan hasil karyakuuu. Aku bersyukur, walaupun menurutku lukisan aku ini jelek, tugas untuk melukis udah selesai:D . Ga akan ada lagi yang namanya melukis ulang! Sekarang lukisan ku udahh jadii, horeeee:D Butuh perjuangan untuk menyelesaikan lukisan ini. Lima kali aku harus melukis ulang, sehingga bisa menjadi lukisan seperti ini. Bayangkan lima kali! Sangat-sangat menyita waktu. Betapa pegalnya tanganku ini, untuk melukisL dannnn sekarang aku bahagia, karena tugas ku untuk melukis sudah selesai:D hhhhoreeeeee :D

Rabu, 21 November 2012

Pupuk Organik

 Sejarah
Sejarah penggunaan pupuk pada dasarnya merupakan bagian daripada sejarah pertanian.[3] Penggunaan pupuk diperkirakan sudah dimulai sejak permulaan manusia mengenal bercocok tanam, yaitu sekitar 5.000 tahun yang lalu.[3] Bentuk primitif dari penggunaan pupuk dalam memperbaiki kesuburan tanah dimulai dari kebudayaan tua manusia di daerah aliran sungai-sungai Nil, Euphrat, Indus, Cina, dan Amerika Latin.[3]sungai tersebut sangat subur karena menerima endapan lumpur yang kaya hara melalui banjir yang terjadi setiap tahun.[3] Di Indonesia, pupuk organik sudah lama dikenal para petani.[3] Penduduk Indonesia sudah mengenal pupuk organik sebelum diterapkannya revolusi hijau di Indonesia.[3] Setelah revolusi hijau, kebanyakan petani lebih suka menggunakan pupuk buatan karena praktis menggunakannya, jumlahnya jauh lebih sedikit dari pupuk organik, harganyapun relatif murah, dan mudah diperoleh.[3] Kebanyakan petani sudah sangat tergantung pada pupuk buatan, sehingga dapat berdampak negatif terhadap perkembangan produksi pertanian.[3][3] Lahan-lahan pertanian yang terletak di sekitar aliran-aliran Tumbuhnya kesadaran para petani akan dampak negatif penggunaan pupuk buatan dan sarana pertanian modern lainnya terhadap lingkungan telah membuat mereka beralih dari pertanian konvensional ke pertanian organik.

Jenis

Pupuk kandang

Pupuk kandang
Pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan. Hewan yang kotorannya sering digunakan untuk pupuk kandang adalah hewan yang bisa dipelihara oleh masyarakat, seperti kotoran kambing, sapi, domba, dan ayam.[4]. Selain berbentuk padat, pupuk kandang juga bisa berupa cair yang berasal dari air kencing (urine) hewan.[4] Pupuk kandang mengandung unsur hara makro dan mikro.[4] Pupuk kandang padat (makro) banyak mengandung unsur fosfor, nitrogen, dan kalium.[4] Unsur hara mikro yang terkandung dalam pupuk kandang di antaranya kalsium, magnesium, belerang, natrium, besi, tembaga, dan molibdenum.[4] Kandungan nitrogen dalam urine hewan ternak tiga kali lebih besar dibandingkan dengan kandungan nitrogen dalam kotoran padat.[4] Pupuk kandang terdiri dari dua bagian, yaitu:[4]
  1. Pupuk dingin adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan yang diuraikan secara perlahan oleh mikroorganime sehingga tidak menimbulkan panas, contohnya pupuk yang berasal dari kotoran sapi, kerbau, dan babi.[4]
  2. Pupuk panas adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan yang diuraikan mikroorganisme secara cepat sehingga menimbulkan panas, contohnya pupuk yang berasal dari kotoran kambing, kuda, dan ayam.[4] Pupuk kandang bermanfaat untuk menyediakan unsur hara makro dan mikro dan mempunyai daya ikat ion yang tinggi sehingga akan mengefektifkan bahan - bahan anorganik di dalam tanah, termasuk pupuk anorganik.[4] Selain itu, pupuk kandang bisa memperbaiki struktur tanah, sehingga pertumbuhan tanaman bia optomal.[4] Pupuk kandang yang telah siap diaplikasikan memiliki ciri dingin, remah, wujud aslinya tidak tampak, dan baunya telah berkurang.[4] Jika belum memiliki ciri-ciri tersebut, pupuk kandang belum siap digunakan.[4] Penggunaan pupuk yang belum matang akan menghambat pertumbuhan tanaman, bahkan bisa mematikan tanaman.[4] Penggunaan pupuk kandang yang baik adalah dengan cara dibenamkan, sehingga penguapan unsur hara akibat prose kimia dalam tanah dapat dikurangi.[4] Penggunaan pupuk kandang yang berbentuk cair paling bauk dilakukan setelah tanaman tumbuh, sehingga unsur hara yang terdapat dalam pupuk kandang cair ini akan cepat diserap oleh tanaman.[4]

[sunting] Pupuk hijau

Pupuk hijau adalah pupuk organik yang berasal dari tanaman atau berupa sisa panen. Bahan tanaman ini dapat dibenamkan pada waktu masih hijau atau setelah dikomposkan.[4] Sumber pupuk hijau dapat berupa sisa-sisa tanaman (sisa panen) atau tanaman yang ditanam secara khusus sebagai penghasil pupuk hijau, seperti sisa–sisa tanaman, kacang-kacangan, dan tanaman paku air (Azolla).[4] Jenis tanaman yang dijadikan sumber pupuk hijau diutamakan dari jenis legume, karena tanaman ini mengandung hara yang relatif tinggi, terutama nitrogen dibandingkan dengan jenis tanaman lainnya.[4] Tanaman legume juga relatif mudah terdekomposisi sehingga penyediaan haranya menjadi lebih cepat.[4] Pupuk hijau bermanfaat untuk meningkatkan kandungan bahan organik dan unsur hara di dalam tanah, sehingga terjadi perbaikan sifat fisika, kimia, dan biologi tanah, yang selanjutnya berdampak pada peningkatan produktivitas tanah dan ketahanan tanah terhadap erosi.[4] Pupuk hijau digunakan dalam:[4]
  1. Penggunaan tanaman pagar, yaitu dengan mengembangkan sistem pertanaman lorong, dimana tanaman pupuk hijau ditanam sebagai tanaman pagar berseling dengan tanaman utama.[4]
  2. Penggunaan tanaman penutup tanah, yaitu dengan mengembangkan tanaman yang ditanam sendiri, pada saat tanah tidak ditanami tanaman utama atau tanaman yang ditanam bersamaan dengan tanaman pokok bila tanaman pokok berupa tanaman tahunan.[4]

Kompos

Kompos
Kompos merupakan sisa bahan organik yang berasal dari tanaman, hewan, dan limbah organik yang telah mengalami proses dekomposisi atau fermentasi.[5] Jenis tanaman yang sering digunakan untuk kompos di antaranya jerami, sekam padi, tanaman pisang, gulma, sayuran yang busuk, sisa tanaman jagung, dan sabut kelapa.[5] Bahan dari ternak yang sering digunakan untuk kompos di antaranya kotoran ternak, urine, pakan ternak yang terbuang, dan cairan biogas.[5] Tanaman air yang sering digunakan untuk kompos di antaranya ganggang biru, gulma air, eceng gondok, dan azola.[5] Beberapa kegunaan kompos adalah:[5]
  1. Memperbaiki struktur tanah.[5]
  2. Memperkuat daya ikat agregat (zat hara) tanah berpasir.[5]
  3. Meningkatkan daya tahan dan daya serap air.[5]
  4. Memperbaiki drainase dan pori - pori dalam tanah.[5]
  5. Menambah dan mengaktifkan unsur hara.[5]
Kompos digunakan dengan cara menyebarkannya di sekeliling tanaman.[5] Kompos yang layak digunakan adalah yang sudah matang, ditandai dengan menurunnya temperatur kompos (di bawah 400 c).[5]

Humus

Humus
Humus adalah material organik yang berasal dari degradasi ataupun pelapukan daun-daunan dan ranting-ranting tanaman yang membusuk (mengalami dekomposisi) yang akhirnya mengubah humus menjadi (bunga[6] Bahan baku untuk humus adalah dari daun ataupun ranting pohonpertanian dan peternakan, industri makanan, agro industri, kulit kayu, serbuk gergajisampah rumah tangga, dan limbah-limbah padat perkotaan.[6][6] Senyawa humus juga berperan dalam pengikatan bahan kimia toksik dalam tanah dan air.[6]aerasi tanah, dan juga dapat menaikkan fotokimia dekomposisi pestisida atau senyawa-senyawa organik toksik.[6] Kandungan utama dari kompos adalah humus.[6] Humus merupakan penentu akhir dari kualitas kesuburan tanah, jadi penggunaan humus sama halnya dengan penggunaan kompos.[6] tanah), dan kemudian menjadi tanah. yang berjatuhan, limbah (abu kayu), kepingan kayu, endapan kotoran, Humus merupakan sumber makanan bagi tanaman, serta berperan baik bagi pembentukan dan menjaga struktur tanah. Selain itu, humus dapat meningkatkan kapasitas kandungan air tanah, membantu dalam menahan pupuk anorganik larut-air, mencegah penggerusan tanah, menaikan

Pupuk organik buatan

Pupuk organik buatan adalah pupuk organik yang diproduksi di pabrik dengan menggunakan peralatan yang modern.[7] Beberapa manfaat pupuk organik buatan, yaitu:[7]
  1. Meningkatkan kandungan unsur hara yang dibutuhkan tanaman.[7]
  2. Meningkatkan produktivitas tanaman.[7]
  3. Merangsang pertumbuhan akar, batang, dan daun.[7]
  4. Menggemburkan dan menyuburkan tanah.[7]
Pada umumnya, pupuk organik buatan digunakan dengan cara menyebarkannya di sekeliling tanaman, sehingga terjadi peningkatan kandungan unsur hara secara efektif dan efisien bagi tanaman yang diberi pupuk organik tersebut.[7]

Manfaat

Berbagai hasil penelitian mengindikasikan bahwa sebagian besar lahan pertanian intensif menurun produktivitasnya dan telah mengalami degradasi lahan, terutama terkait dengan sangat rendahnya kandungan karbon organik dalam tanah, yaitu 2%.[8] Padahal untuk memperoleh produktivitas optimal dibutuhkan karbon organik sekitar 2,5%.[8] Pupuk organik sangat bermanfaat bagi peningkatan produksi pertanian baik kualitas maupun kuantitas, mengurangi pencemaran lingkungan, dan meningkatkan kualitas lahan secara berkelanjutan.[8] Penggunaan pupuk organik dalam jangka panjang dapat meningkatkan produktivitas lahan dan dapat mencegah degradasi lahan.[8] Sumber bahan untuk pupuk organik sangat beranekaragam, dengan karakteristik fisik dan kandungan kimia yang sangat beragam sehingga pengaruh dari penggunaan pupuk organik terhadap lahan dan tanaman dapat bervariasi.[8] Selain itu, peranannya cukup besar terhadap perbaikan sifat fisika, kimia biologi tanah serta lingkungan.[8] Pupuk organik yang ditambahkan ke dalam tanah akan mengalami beberapa kali fase perombakan oleh mikroorganisme tanah untuk menjadi humus.[8]mikroba tanah sehingga dapat meningkatkan aktivitas mikroba tersebut dalam penyediaan hara tanaman.[8] Penambahan bahan organik di samping sebagai sumber hara bagi tanaman, juga sebagai sumber energi dan hara bagi mikroba.[8] Bahan dasar pupuk organik yang berasal dari sisa tanaman sedikit mengandung bahan berbahaya.[8] Penggunaan pupuk kandang, limbah industri dan limbah kota sebagai bahan dasar kompos berbahaya karena banyak mengandung logam berat dan asam-asam organik yang dapat mencemari lingkungan.[8] Selama proses pengomposan, beberapa bahan berbahaya ini akan terkonsentrasi dalam produk akhir pupuk.[8] Untuk itu diperlukan seleksi bahan dasar kompos yang mengandung bahan-bahan berbahaya dan beracun (B3).[8][8] Keadaan ini memengaruhi penyimpanan, penyediaan air, aerasi tanah, dan suhu[8] Bahan organik dengan karbon dan nitrogen yang banyak, seperti jerami atau sekam lebih besar pengaruhnya pada perbaikan sifat-sifat fisik tanah dibanding dengan bahan organik yang terdekomposisi seperti kompos.[8] Pupuk organik memiliki fungsi kimia yang penting seperti:[8] Bahan organik juga berperan sebagai sumber energi dan makanan Pupuk organik dapat berperan sebagai pengikat butiran primer menjadi butir sekunder tanah dalam pembentukan pupuk. tanah.
  1. Penyediaan hara makro (nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, magnesium, dan sulfur) dan mikro seperti zink, tembaga, kobalt, barium, mangan, dan besi, meskipun jumlahnya relatif sehttp://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pupuk_organik&action=edit&section=8dikit.[8]
unsur hara makro dan mikro tersebut sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman,,apa lagi bagi pencinta tanaman hias,,Banyak para hobiis dan pencinta tanaman hias, bertanya tentang komposisi kandungan pupuk dan prosentase kandungan N, P dan K yang tepat untuk tanaman yang bibit, remaja atau dewasa/indukan.Berikut fungsi unsur-unsur hara makro :
Nitrogen ( N ) -Merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan -Merupakan bagian dari sel ( organ ) tanaman itu sendiri -Berfungsi untuk sintesa asam amino dan protein dalam tanaman -Merangsang pertumbuhan vegetatif ( warna hijau daun, panjang daun, lebar daun,) dan pertumbuhan vegetatif batang ( tinggi dan ukuran batang). -Tanaman yang kekurangan unsur N gejalanya : pertumbuhan lambat/kerdil, daun hijau kekuningan, daun sempit, pendek dan tegak, daun-daun tua cepat menguning dan mati.
Phospat ( P ) -Berfungsi untuk pengangkutan energi hasil metabolisme dalam tanaman -Merangsang pembungaan dan pembuahan -Merangsang pertumbuhan akar -Merangsang pembentukan biji -Merangsang pembelahan sel tanaman dan memperbesar jaringan sel -Tanaman yang kekurangan unsur P gejaalanya : pembentukan buah/dan biji berkurang, kerdil, daun berwarna keunguan atau kemerahan ( kurang sehat )
Kalium ( K ) -Berfungsi dalam proses fotosintesa, pengangkutan hasil asimilasi, enzim dan mineral termasuk air. -Meningkatkan daya tahan/kekebalan tanaman terhadap penyakit -Tanaman yang kekurangan unsur K gejalanya : batang dan daun menjadi lemas/rebah, daun berwarna hijau gelap kebiruan tidak hijau segar dan sehat, ujung daun menguning dan kering, timbul bercak coklat pada pucuk daun.
  1. Meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK) tanah.[8]
  2. Membentuk senyawa kompleks dengan ion logam yang meracuni tanaman seperti aluminium, besi, dan mangan.[8]

Pupuk Organik Granul

Pupuk organik bisa dibuat dalam bermacam-macam bentuk. Bisa dibuat curah, table, pelet, briket, atau granul. Pemilihan bentuk ini tergantung pada penggunaan, biaya, dan aspek-aspek pemasaran lainnya. Salah satu bentuk yang banyak dipakai adalah granul. Membuat pupuk granul sebenarnya tidak terlalu sulit. Secara garis besar pupuk granul dapat dibuat dengan cara seperti di bawah ini.

Tahapan Pembuatan Pupuk Organik

Pengeringan Bahan

Bahan pupuk organik yang digunakan bisa dibuat dari pupuk kandang. Tapi perlu diingat pupuk kandang yang digunakan adalah pupuk kandang yang sudah ‘matang’ bukan yang baru keluar dari binatangnya. Bisa juga menggunakan kompos, baik kompos dari limbah pertanian, kompos dari sampah organik, atau humus yang langsung diambil dari tanah.
Langkah pertama adalah pengeringan. Kompos ini harus dikeringkan terlebih dahulu. Pengeringan dapat dilakukan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari atau dengan menggunakan alat pengering (rotary dryer). Kadar air kompos kering kurang lebih <20%. Lebih kering lebih bagus.

Penghalusan dan Pengayakan

Kompos yang sudah kering kemudian digiling dengan mesin giling. Atau ditumbuk saja juga bisa. Tingkat kehalusan kompos yang diperlukan minimal 80 mesh. Biasanya aku memilin 100 mesh. Kompos halus ini kemudian diayak dengan ayakan 80 mesh atau 100 mesh. Sisa bahan yang tidak lolos ayakan dikembalikan ke alat penggiling.

Penambahan Bahan-bahan Lain

Apabila diperlukan dapat pula ditambahkan beberapa bahan lain. Beberapa bahan yang sering ditambahkan adalah pupuk anorganik untuk meningkatkan kandungan hara N, P, K, atau hara mikro lainnya. Dapat pula ditambahkan dengan asam humat atau asam fulvat atau hormon perangsang pertumbuhan tanaman. Apabila memungkinkan dapat pula ditambahkan dengan mikroba-mikroba. Cuma tidak semua mikroba bisa ditambahkan ke dalam pupuk granul. Banyaknya bahan yang ditambahkan berbeda-beda untuk setiap perusahaan. Jenis dan dosis ini merupakan ‘rahasia perusahaan’ masing-masing. Ibaratnya masakan, jenis masakan bisa sama tetapi ‘ramuannya’ bisa berbeda-beda untuk setiap koki.

Granulasi

Setelah semua bahan siap, langkah berikutnya adalah pembuatan granul. Granul dapat dibuat dengan berbagai cara. Cara paling sederhana adalah dengan menggunakan nampan biasa. Biasanya aku gunakan cara ini untuk membuat contoh granul skala kecil. Bahan yang diperlukan sekitar 300 gr – 500 gr. Caranya, bahan dimasukkan ke dalam nampan, tambahakan air + perekat (jika perlu). Kemudian nampan digoyang-goyang sampai terbentuk granul. Yang perlu diperhatikan dalam langkah ini adalah penambahan air/perekat. Jumlahnya harus pas, tidak boleh berlebih atau terlalu sedikit. Di sinilah seni-nya membuat granul.
Alat lain yang juga dapat digunakan untuk membuat granul adalah moleh pengaduk semen. Alat ini biasa digunakan oleh para tukang batu untuk membuat rumah dan dapat diperoleh di toko-toko penjual alat bagunan. Prinsip kerjanya sama seperti cara di atas. Pertama masukkan bahan ke dalam moleh. Hidupkan mesinnya. Sambil diputar-putar, masukkan air sedikit demi sedikit ke dalam molen hingga terbentuk granul. Setelah granul terbentuk, isi molen dapat dituang.
Alat lain yang khusus dibuat untuk granulasi adalah pan granulator. Alat ini berbentuk piringan yang berputar. Prinsip kerjanya sih masih sama dengan cara nampan di atas. Ukuran piringan bisa bermacam-macam. Kami memiliki pan granulator ukuran kecil dengan diameter 1 m dan ada juga yang berukuran 2.5 m. Cara kerjanya sama seperti yang telah disebutkan di atas.

Pengeringan dan Pengemasan

Langkah berikutnya adalah pengeringan dan pengemasan pupuk granul. Pengeringan bisa dilakukan dengan memanfaatkan sinar matahari/dijemur atau menggunakan mesin pengering.
Ukuran kemasan bisa bermacam-macam. Kemasan-kemasan kecil bisa berukurang 1 kg, 5 kg, atau 10 kg. Kemasan juga bisa menggunakan karung dengan ukuran 25 – 30 kg. Kemasan biasanya terdiri dari dua bagian, bagian luar dan bagian dalam (inner). Kemasan bagian luar diberi merek/nama/logo perusahaan.

Pelestarian lingkungan

Tanaman penutup tanah (cover crop) dapat digunakan sebagai pupuk organik.
Penggunaan pupuk organik saja, tidak dapat meningkatkan produktivitas tanaman dan ketahanan pangan.[9][9] Sistem pertanian yang disebut sebagai LEISA (Low External Input and Sustainable Agriculture) menggunakan kombinasi pupuk organik dan anorganik yang berlandaskan konsep good agricultural practices perlu dilakukan agar degredasi lahan dapat dikurangi dalam rangka memelihara kelestarian lingkungan.[9] Pemanfaatan pupuk organik dan pupuk anorganik untuk meningkatkan produktivitas lahan dan produksi pertanian perlu dipromosikan dan digalakkan.[9] Program-program pengembangan pertanian yang mengintegrasikan ternak dan tanaman (crop-livestock) serta penggunaan tanaman legum baik berupa tanaman lorong (alley cropping) maupun tanaman penutup tanah (cover crop)[9] Oleh karena itu sistem pengelolaan hara terpadu yang memadukan pemberian pupuk organik dan pupuk anorganik perlu digalakkan. sebagai pupuk hijau maupun kompos perlu diintensifkan.