Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Pages

Selasa, 09 April 2019

Rangkuman Buku Budi Daya Tanaman Kangkung

IDENTITAS BUKU

1.      Judul buku                    : Budi Daya Tanaman Kangkung
2.      Pengarang                    : Ari Wiyati Purwandari
3.      Penerbit                         : Azka Press
4.      Tahun Terbit                  : 2006
5.      Kota Terbit                     : Jakarta

RANGKUMAN

        Budi daya tanaman sayuran dapat dilakukan di lahan pekarangan maupun halaman rumah. Bahkan dengan metode vertikultur, pemanfaatan lahan dapat lebih dimaksimalkan karena penanaman dilakukan dalam wadah secara bertingkat (vertikal).
            Kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat dan kecenderungan gaya hidup kembali ke alam (back to nature) mendorang menigkatnya konsumsi sayuran dan buah-buahan segar.
            Usaha budi daya sayuran dapat dilakukan pada skala kecil dan lahan terbatas. Pemanfaatan hasil panen dapat digunakan untuk perbaikan gizi dan meningkatkan pendapatan keluarga. Dalam usaha intensifikasi pekarangan, pemilihan jenis sayuran yang mudah ditanam dan cepat menghasilkan seperti kangkung sangat cocok.
            Jenis kangkung yang dapat menembus pasar swalayan biasanya yaitu jenis kangkung darat yang dipanen dengan cara dicabut. Kangkung sebagai sayuran hijau yang memilki kandungan vitamin dan kandungan mineral yang cukup tingggi degan harga yang murah dan mudah didapat. Karakter ini mendukung pengembangan kangkung sebagai salah satu komoditas tanaman holtikultura yang potensial untuk dikembangkan.
            Tanaman kangkung termasuk dalam family Convolvulaceae atau kangkung-kangkungan yang dicirikan dengan batang bergetah dan berlubang di dalamnya. Kangkung memiliki perakaran tunggang dengan banyak akar samping. Tanaman ini dapat berbunga, berbuah, dan berbiji. Masing-masing buah dapat berisi tiga butir biji. Biji ini umum dimanfaatkan sebagai bahan perbanyakan tanaman, terutama pada jenis kangkung darat.
            Jenis kangkung yang umum dibudidayakan terdiri dari dua macam yaitu kangkung darat dan kangkung air. Kangkung air dicirikan oleh bentuk daun yang panjang dengan ujung agak tumpul, berwarna hijau kelam. Bunganya berwarna putih dengan semburat ungu di bagian tengah. Kangkung darat memiliki bentuk daun panjang dengan ujung runcing, dan berwarna hijau keputih-putihan. Bunga kangkung darat berwarna putih.

            Beberapa varietas tanaman kangkung air antara lain kangkung Sukabumi dan kangkung Biru. Sedangkan, varietas kangkung darat diantaranya adaah kangkung Sutera dan kangkung Bangkok. Bagian dari tanaman kangkung merupakan sumber vitamin A yang sangat baik.
            Tanaman kangkung memiliki daya adaptasi tinggi terhadap kondisi iklim dan tanah di daerah tropis. Hal ini mendukung pengembangan budi daya kangkung di berbagai wilayah Indonesia.Kangkung dapat tumbuh di dataran redah maupun tinggi sampai dengan kurang lebih 2.000 m dpl. Produksi kangkung akan lebih baik pada lahan yang terbuka atau mendapat cukup sinar matahari.
Untuk kangkung air, tanah yang cocok ialah tanah yang banyak mengandung air dan lumpur. Oleh karena itu, kangkung air lebih cocok ditanam pada lahan sawah, rawa-rawa, atau kolam dangkal. Pertumbuhan kangkung air akan lambat pada lahan yang terlalu kering. Selain itu. Rasa daun dan batangnya akan menjadi liat dan kurang enak.
Kangkung darat lebih menyukai tanah yang tidak becek, gembur, dan banyak mengandung bahan organik. Oleh karena itu, kangkung darat sangat baik ditanam pada lahan dengan bendengan-bendengan yang telah diolah. Akar dan batang kangkung darat akan mudah busuk bila tanah mengandung terlalu banyak air.
Penyiapan lahan diikuti dengan penyiapan bahan tanaman, penanaman, pemeliharaa tanaman, dan pemanenan. Lahan untuk penanaman kangkung dibedakan menjadi dua yaitu lahan basah untuk kangkung air dan lahan kering untuk kangkung darat. Pengolahan tanah perlu dilakukan dengan tujuan membersihkan tanah dari gulma, hama yang hidup di tanah, dan penyakit yang menular melalui tanah.
Bahan tanam yang dipakai pada budi daya kangkug berupa stek batang dan benih. Stek batag dapat dilakukan pada penanaman kangkung air, sedangkan benih digunakan sebagai bahan tanam untuk kangkung darat.
Kangkung air ditanam dalam barisan dengan jarak tanam 20 cm dan jarak antarbaris 30 cm. Benih kangkung darat dapat ditanam dengan cara disebar ataupun dengan sistem barisan.
Penanaman benih dalam barisan diawali dengan pembuatan alur tanam pada pada bedengan menggunakan kayu atau bambu. Jarak masing-masing alur sekitar 25 cm. Benih disebar merata dalam alur yang telah dibuat dan selanjutya ditutup dengan lapisan tanah tipis.harus diperhatikan agar pembuatan alur tidak terlalu dalam dan timbunan tanah cukup tipis sehingga tidak menghambat pertumbuhan benih.
Unsur utama yang diperlukan tanaman adalah nitrogen (N) untuk mendukung pertumbuhan vegetatif tanaman, phosphor (P) untuk menigkatkan kualitas daun, dan kalium (K) untuk pembentukan asam amino. Pupuk dasar diberikan bersamaan waktu penanaman.
Penyulaman merupakan kegiatan mengganti tanaman yang mati atau kurang baik pertumbuhannya dengan bahan tanaman baru. Hal ini penting dilakukan untuk menjaga kuantitas produksi tanaman. Penyulaman dilakukan pada saat stek batang mulai tumbuh atau bertunas pada kangkung air yaitu sekitar 5-10 hari setelah tanam (HST). Pada kangkung darat benih mulai berkecambah pada 2-5 HST.
 Kegiatan penyiangan sangat penting dilakukan. Gulma berupa rumput-rumput liar merupakan pesaing utama bagi tanaman kangkung dalam memperoleh air, sinar matahari, dan unsur hara yang cukup. Waktu penyiangan akan lebih efisien dilakukan bersamaan dengan pemupukan susulan. Namun, hal ini tergantung pula, dari pertumbuhan gulma di lapangan.
Pemupukan susulan merupakan kegiatan pemberian pupuk setelah pemberian pupuk dasar. Pemberian pupuk susulan pada penanaman kangkung mulai dilakukan satu minggu setelah tanam (MST). Pemupukan susulan pada tanaman kangkung darat diberikan tergantung pemberian pupuk dasarnya.
Pupuk TSP tidak lagi diberikan pada pemupukan susulan karena pemberian unsur P akan merangsang fase reproduktif berupa pembentukan bunga dan buah yang tidak diinginkan pada tanaman kangkung karena yang akan diambil hasilnya sebagai sayuran segar ialah daunnya. Pemberian unsur N diperlukan untuk merangsang fase vegetatif yaitu pertumbuhan daun dan batang.
Tindakan pengendalian hama dan penyakit tanaman dilakuka melalui tiga cara yaitu pengendalian secara mekanis, kimia, dan biologis. Secara mekanis dilakukan menggunakan tangan atau dengan alat bantu tanpa menggunakan zat kimia. Secara kimiawi dilakukan dengan menggunakan zat kimia misalnya, isektisida, fungisida, dan herbisida. Secara biologis dilakukan dengan tanaman jenis lain yang tidak disukai oleh sang hama misalnya tanaman sereh wangi dan kenikir (Tagetes)
Perlu diperhatikan agar penyemprotan menggunakan pestisida dihentikan kurang lebih satu bulan sebelum panen untuk menghindari adanya residu bahan kimia. Penyemprotan pestisida juga haru diarahkan pada tempat hama berkumpul agar lebih efektif dan efesien. Hama yang biasa menyerang yaitu : Kumbang daun, walang sangit, dan ulat daun. Penyakit yang biasa menyerang tanaman kangkung yaitu : karat daun atau karat putih, bercak daun,dan virus mosaik.
Panen kangkung air biasanya dilakukan dengan cara dipangkas. Sedangkan, panen kangkung darat dengan cara dicabut. Pemanenan kangkung dengan cara dipangkas mulai dilakukan saat tanaman berumur 2-3 bulan atau pertumbuhan tunasnya telah mencapai 25-30 cm. pemangkasan selain ditunjukan untuk panen juga untuk merangsang pertumbuhan tunas-tunas berikutnya. Pemanenan sebaiknya pada pagi atau sore hari untuk menghindari kelayuan akibat suhu udara yang panas. Pemanenan berikutnya, dilakukan setiap dua minggu sekali atau tergantung dari pertumbuhan makanan. 
Kangkung yang telah dipanen dikumpulkan pada tempat yang bersih dan teduh. Selanjutnya, dilakukan pencucian pada air yang mengalir atau dengan menyemprotkan air. Sortasi dan seleksi dilakukan untuk memisahkan kangkung. Selain itu, dipisahkan juga kangkung yang telah memenuhi syarat untuk pasar swayalayan. Sayuran yang telah diseleksi kemudian diikat.
Salah satu cara untuk mempertahankan kesegaran adalah penyimpanan dengan tempat yang dingin misalnya pada lemari pendingin atau dengan menegakan sayuran pada remukan batu es.
Beberapa khasiat dari tanaman ini antara lain untuk mengurangi haid yang terlalu banyak, mengatasi keracunan makanan, kencing darah, anyang-anyangan (kencing sedikit debgan rasa nyeri), mimisan, sakit kepala, ambeien, insomnia, sakit gigi, melancarkan air seni, menghilagkan ketombe, dan gusi bengkak. Kagkung juga dapat dimanfaatkan sebagai obat luar yaitu untuk mengobati bisul, kapalan, dan radang kulit bernanah.
Berbagai masakan dari kangkung yaitu : tumis sayuran, mi kangkung, tumis kangkung santan, cah kangkung taoco,cah kangkung terasi, pelecing kangkung, dan urap sayur.


Analisis Novel Agung Anak Transmigran


ANALISIS NOVEL

A.     Unsur Intrinsik Novel

1.    Judul                    : Agung AnakTransmigran

2.    Tema                    : Transmigrasi

3.    Pelaku dan Watak   :

Ø  Agung    : Baik, ramah, pantang menyerah, mau bekerja keras, suka                         menolong, bijaksana, adil, penyabar, dan pemberani.

Ø  Wage     : Baik, jahil, pantang menyerah, mau berkerja keras, penyabar,                  dan pemerani.

Ø  Amir       : Baik, pantang menyerah, mau berkerja keras, penyabar, dan                    pemberani.

Ø  Urip       : Baik, pantang menyerah, mau berkerja keras, penyabar, dan                   pemberani.

Ø  Darmi     : Baik, pantang menyerah, ramah, mau berkerja keras, dan                        penyabar, pemberani.

Ø  Anne      : Baik, pantang menyerah, ramah, mau berkerja keras, dan                        penyabar, pemberani.

Ø  Ir. Wayan:Dermawan, baik hati, suka menolong, dan ramah.

Ø  Bondan   : Jahil, gemar mengejek teman, dan suka ngomong ngawur saat                 pelajaran.

Ø  Pipit       : Gemar mengkritik, ramah, dan pemarah.

Ø  Bandol    : Gemar mencibir, pemalas, pemarah, rajin setelah melihat                         anak- anak berladang, boros, dan gemar menghardik.

Ø  Plered    : Gemar mencibir, pemalas, pemarah, rajin setelah melihat                         anak- anak berladang, boros, dan gemar menghardik.

4.    Latar

a.    Tempat   : Ruangan kelas, bawah pohon akasia, ladang, belakang rumah                   Plered, hutan, parit, kandang, dan sekolah.

b.    Suasana : Mencekam, menyedihkan, dan menggembirakan.

c.    Waktu    : Pagi, siang, sore, dan malam.

5.    Alur

        Agung adalah anak tranmigrasi. Dahulu ia tinggal Kebumen. Ayah Agung lebih memilih ditransmigrasikan oleh pemerintah ke daerah Kapaspadi, di karenakan hidupnya di Kebumen kurang memadai. Agung lebih senang tinggal di daerah Kapaspadi dibandingkan di Kebumen. Karena di kebumen ia tidak mempunyai tanah, ayahnya hanyalah buruh tani, tetapi di Kapaspadi ia mendapatkan dua hektar tanah, makanan ia, dijamin selama satu tahun, semuanya ia dapat secara cuma-cuma.
        Agung terkenal di sekolahnya sebagai siswa yang pintar, bijaksana, adil, dan masih banyak lagi. Hingga pada suatu saat Agung dan teman-temannya mempunyai keinginan untuk membangun perpustakaan di sekolahnya. Tetapi ia bingung akan uang untuk membeli buku, yang akan disimpan di perpustakaanya tersebut.
        Agung teringat dengan Ir. Wayan Gelgel. Agung dan teman-temannya mendatangi rumah Ir. Wayan untuk menceritakan keinginan membangun perpustakaan. Ir. Wayan memberikan satu hektar tanah untuk ditanami tanaman,dan hasilnya bisa mereka gunakan untuk membeli buku. Agung beserta teman-temannya sudah sepakat untuk ditanami jagung. Setelah jagung siap untuk dipanen esok pagi, malamnya ada segerombolan babi hutan. Babi hutan tersebut mengubrak-abrik ladang Agung, akhirnya Agung dan teman-temannya tidak bisa memanen jagung. Mereka menanami kembali ladangnya dengan Cabai. Cabai siap di panen esok pagi, tetapi karna cuaca sedang tidak bersahabat, tiga hari tiga malam daerah Kapaspadi di guyur hujan lebat, akibatnya cabai yang siap panen menjadi busuk.
        Mereka sangat sedih,tetapi mereka pantang mmenyerah, mereka memupuk kembali pohon cabainya. Hingga pada suatu saat cabai mereka siap dipanen. Mereka sudah mendapatkan tengkulak yang akan memebeli cabai tersebut. Tengkulak tersebut membawa terlebih dahulu cabainya ke kota, dan tengkulak tersebut berjanji akan segera kembali untuk menyerahkan uangnya. Agung percaya dengan tengkulak tersebut. Tetapi, setelah Agung dan teman-temannya menuggu beberapa bulan, tengkulak itu tidak datang memenuhi janji. Sekarang barulah mereka yakin bahwa tengkulak telah menipunya.
        Pada saat di sekolah, Agung dan teman-temannya dipanggil oleh kepala sekolah. Ternyata, Agung dan teman-temannya diberi kepercayaan oleh kepala sekolh untuk mengelola buku. Agung dan teman-temannya sangat senang. Setelah pulang sekolah, ada Ir.Wayan yang telah menunggu di depan sekolah. Pandangan Agung terfokous kepada orang disebelah Ir. Wayan. Agung merasa ia mengenali wajah tersebut, setelah ia ingat-ingat, dia adalah tengkulak yang membeli cabai Agung. Teman-teman Agung memaki-maki tengkulak tersebut. Ir.Wayan memarahi teman-teman agung, dan menjelaskan apa yang telah terjadi. Tengkulak itu datang ke desa ini untuk memenuhi janjinya kala itu. Dia terkena kecelakaan, sehingga dia tidak bisa membayar tepat waktu.

6.    Amanat :

Ø  Harus sabar dan tabah bila menghadapi ujian.

Ø  Mensyukuri apa yang telah diberikan.

Ø  Jangan pantang menyerah.

Ø  Berusaha sekuat tenaga.

Ø  Gapailah cita-cita kalian dengan berbagai cara.

7.    Sudut Pandang :

B.      Sinopsis

Agung Anak Transmigran

        Disebuah desa transmigran yang bernama desa Kapaspadi tinggalah Agung dan keluarganya. Agung berasal dari kebumen, ia di transmigrasikan oleh pemerintah ke daerah Kapaspadi. Agung lebih senang berada di daerah Kapaspadi, dibandingkan di Kebumen. Karena di kebumen ia tidak mempunyai tanah, ayahnya hanyalah buruh tani, tetapi di Kapaspadi ia mendapatkan dua hektar tanah, makanan ia, dijamin selama satu tahun, semuanya ia dapat secara cuma-cuma.

        Lonceng berdentang. Murid-murid masuk ke dalam kelas masing-masing. Seperti biasa, pagi itu Agung mengabsen teman-temanya. Tak lama kemudian ada kepala sekolah memasuki kelas Agung. Tak seorang pun berbicara. Kelas terasa sunyi. Kepala sekolah memberitahu, bahwa hari ini Pak Rudi tidak dapat mengajar, karna beliau sedang mendapatkan musibah, dua jam pelajaran akan kosong, kalian boleh meninggalkan kelas tapi jangan meninggalkan halaman sekolah, dan jangan sekali-kali mengganggu kelas lain.

        Lima orang duduk dibawah pohon akasia. Mereka adalah Agung, Wage, Urip, Anne dan Darmi. Agung mempunyi gagasan besar. Ia pun langsung memberitahukan kepada teman-temannya. Gagasan nya yaitu Agung ingin membuat perpustakaan di Sekolahnya. Namun Ia bingung, bagaimana mendapatkan uang untuk membeli buku yang akan disimpan di perpustakaan.

        Agung teringat dengan Ir. Wayan. Ir.Wayan adalah kepala proyek pertanian pengganti Ir. Tobing. Ir.Wayan pernah ditolong oleh Agung saat mobilnya kehabisan bahan bakar. Pikir Agung, mungkin Ir.Wayan bisa membantu. Ia dan teman-temannya merencanakan untuk berkunjung ke rumah Ir.Wayan untuk memberitahukan gagasan tersebut.

        Keesokan harinya, Agung dan teman-teman pergi ke rumah Ir.Wayan. Agar perjalan tidak jauh, mereka melewati jalan pintas, yaitu melalui Hutan. Setelah beberapa lama  mereka sampai di rumah Ir.Wayan. Mereka membawa beberapa hasil jerih payah mereka, diantaranya Agung membawa pisang susu, Darmi membawa bengkuang, Wage membawa talas Bogor, dan Urip membawa telur bebek.   

        Saat kami sampai di rumah Ir.Wayan, beliau sedang memperbaiki mesin mobilnya di garasi. Tangannya kotor bergelimang oli. Betapa senangnya Ir.Wayan mendapat kunjugan anak-anak transmigran itu. Ir.Wayan ke belakang terlebih dahulu, untuk mencuci tangannya yang bergelimang oli.

        Setelah Ir.Wayan kembali, mereka memberikan oleh-oleh. Lalu, Agung mengutarakan maksudnya mengunjungi Ir.Wayan. Dengan panjang lebar Agung menceritakan masalahnya. Ir.Wayan mendengarkan dengan seksama.

        Ir.Wayan mengerti maksud Agung dan teman-teman. Ir.Wayan memberikan satu hektar lahan kosong, untuk mereka garap dan ditanami tanaman, dan hasilnya bisa mereka belikan buku pelajaran. Agung meerima lahan itu dengan senang hati, ia mengucapkan banyak terimakasih kepada Ir.Wayan. setelah itu mereka pulang ke rumah masing-masing.

        Keesokan harinya mereka berkumpul kembali. Agung dan teman-temannya sepakat untuk menanami lahan kosong itu dengan tanaman jagung. Dengan penuh semangat mereka mencangkuli lahan kosong. Setiap hari mereka memberikan pupuk tanaman jagung, agar jagungnya tumbuh besar. Beberapa bulan berlau, esok pagi jagung siap dipanen. Namun apa yang terjadi? Segerombolan babi hutan merusak ladang mereka.

        Saat mereka akan memanen jagung, wajah mereka yang berseri-seri berubah menjadi kesedihan. Mereka sangat sedih, ketika melihat ladangnya yang telah luluh lantah oleh babi hutan. Namun mereka tidak pantang menyerah, mereka kembali menggarap lahan mereka dan ditanami cabai. Mereka memilih menanam cabai karena babi tidak suka yang pedas-pedas.

        Pada suatu malam terjadi perburuan masal babi. Perburuan itu terjadi da belakang rumah Plered. Banyak babi yang terbunuh dalam perburuan ini, sekitar empat puluh dua ekor. Jumlah yang tidak sedikit. Pantas saja ladang jagung Agung, luluh lantah, hanya dalam satu malam.

        Cabai siap di panen esok pagi, tetapi karna cuaca sedang tidak bersahabat, tiga hari tiga malam daerah Kapaspadi di guyur hujan lebat, akibatnya cabai yang siap panen terebut menjadi busuk. Agung dan teman-temannya pun bersedih kembali, begitu banyak masalah yang menimpanya, padahal niat Agung baik untuk membeli buku yang akan disimpan di perpustakaan.

        Agung dan teman-temanya kembali memupuk pohon cabainya agar berbuah lagi. Hingga pada suatu saat cabai mereka siap dipanen. Mereka sudah mendapatkan tengkulak yang akan memebeli cabai tersebut. Tengkulak tersebut membawa terlebih dahulu cabainya ke kota, dan tengkulak tersebut berjanji akan segera kembali untuk menyerahkan uangnya. Agung percaya dengan tengkulak tersebut. Tetapi, setelah Agung dan teman-temannya menuggu beberapa bulan, tengkulak itu tidak datang memenuhi janji. Sekarang barulah mereka yakin bahwa tengkulak telah menipunya.

        Pada saat di sekolah, Agung dan teman-temannya dipanggil oleh kepala sekolah. Ternyata, Agung dan teman-temannya diberi kepercayaan oleh kepala sekolh untuk mengelola buku. Agung dan teman-temannya sangat senang.

        Setelah pulang sekolah, ada Ir.Wayan yang telah menunggu di depan sekolah. Pandangan Agung terfokous kepada orang disebelah Ir. Wayan. Agung merasa ia mengenali wajah tersebut, setelah ia ingat-ingat, dia adalah tengkulak yang membeli cabai Agung. Teman-teman Agung memaki-maki tengkulak tersebut. Ir.Wayan memarahi teman-teman agung, dan menjelaskan apa yang telah terjadi. Tengkulak itu datang ke desa ini untuk memenuhi janjinya kala itu. Dia terkena kecelakaan, sehingga dia tidak bisa membayar tepat waktu.

        Lima belas tahun kemudian, kelima anak transmigran itu sudah menjadi orang-orang sukses. Diantaranya  Agung sudah menjadi wartawan yang bertugas di PBB. Anne sudah menjadi dokter. Urip sudah menjadi pejabat penting di Departemen Pertanian. Wage sudah menjadi pemimpin dua pabrik tepung tapioka dan sebuah pabrik gula di Irian Jaya. Darmi sudah menjadi Kepala SMA Negri di Kapaspadi. Anak –anak transmigran banyak yang telah menjadi sarjana. Banyak pula yang menjadi pejabat penting, pengusaha, dan perwira ABRI.

C.   Komentar atau Tanggapan

       Menurut saya, novel yang berjudul ‘Agung Anak Transmigran’  itu sangat bagus untuk remaja sekarang. Karna mengajarkan bagaimana susahnya hidup melawan kemiskinan, banyak sekali remaja sekarang yang boros. Selain itu novel ini juga mengajarkan kesebaran dan ketabahan yang luar biasa dalam menghadapi cobaan. Novel ini juga mengajarkan kita untuk tidak pantang menyerah dalam segala hal. Semoga dengan adanya novel ini remaja sekerang jadi makin baik. Saya sangat menyukai novel ini.

Sinopsis Buku Lautku Kembali Biru


Judul Buku         :  Lautku Kembali Biru

Pengarang          :  Dra. Hj. Aisyah

Penerbit             :  Azka Press

Tahun Terbit      :  2008







Daftar isi :

Turun  Ke Laut ………………………………………… 3

Cerita Bu Ani …………………………………………… 4

Sang Dermawan ……………………………….……. 6













Turun Ke Laut

          “Kukuruyuk…, kukuruyuk…, kukuruyuk…” tedengar suara ayam jantan berkokok. Tidak lama kemudian suara azdan subuh bergemuruh. Penduduk pinggir pantai hampir semuanya mereka ke masjid untuk melaksanakan shalat subuh. Setelah shalat subuh mereka berdoa agar diberi curhatan rahmat, limpahan rizki yang halal serta terbukanya pintu ampunan. Biasanya sehabis shalat subuh mereka suka duduk-duduk di teras rumah sambil meminum secangkir kopi & sebatang rokok.

          Terlihat laki–laki setengah baya sedang meminum kopi kentalnya sambil menghisap sebatang rokok. Tidak lama kemudian datanglah istrinya membawa beberapa ubi rebus diatas piring. “Pak hari ini akan melaut?” kata istrinya, “Benar bu!” sahut suaminya, “Pak, kalau sedang melaut hati–hati ya, karena sekarang sedang musim penghujan & ombaknya besar- besar.”

          “Iya bu, kami akan selalu berhati – hati dan bila ada ombak besar atau badai kami akan segera menepi” sahut suaminya. Terlihat dari kejauhan ada lelaki sebayanya menghampirinya. Rupanya ia bernama Pak Munif ia temannya Pak Sanif. Ia ke rumah Pak Sanif untuk mengajak Pak Sanif melaut pagi ini.

          Tidak beberapa lama kemudian datang seorang anak laki–laki yang bernama Dirman. “Ayah, bawakan aku ikan yang sangat besar ya? ikan yang ajaib seperti yang ada dibuku ceritaku” kata Dirman, “Insyaallah” sahut ayahnya. Dirman menghampiri ayahnya karena ia mau mengantar ayahnya sampai ke pinggir laut.

          Diperjalan pulang  Dirman bertemu dengan Sungaib teman sekelasnya. Sungaib  terheran heran, karena ayah Dirman berangkat melaut kenapa pagi biasanyakan malam.

          “Hai, mengapa Ayahmu melaut pada pagi hari? Bukankah kebiasaan penduduk kampung kita melaut pada malam hari? Seperti kata Pak Guru, pada malam hari angin bertiup dari darat ke laut pada siang hari angin bertiup dari laut ke darat,” kata Sungaib.

          “Hm, Sungaib, perahu yang ditumpangi oleh Ayahku & kawan–kawannya tidak lagi bergantung pada angin, karena digerakan oleh motor jadi Ayahku bisa melaut kapan saja. Lagi pula Ayahku menangkap ikan dengan jaring muroami, tidak menggunakan jala atau jaring biasa.”

          Sungaib rupanya tertarik pada cerita Dirman. Ia meminta Dirman untuk menceritakannya nanti bila akan berangkat sekolah & Sungaib akan menjemput Dirman. Di perjalanan mau ke sekolah Dirman menceritakannya panjang lebar.

          Tanpa terasa keduanya sudah sampai di kelasnya. Ternyata dikelasnya kosong  tidak ada siapa–siapa, karena mereka datang terlalu pagi bahkan mereka datang mendahului petugas piket di hari itu. Dirman & Sungaib memutuskan untuk membersihkan kelas. Tidak lama kemudian datanglah petugas piket yang bernama Ayub. Ia sangat kagum kepada Dirman karna Dirman rajin.



Cerita Bu Ani

          Bel tanda masuk berbunyi. Tidak lama kemudian Bu Ani datang ia yang akan mengajar di kelas Dirman sekarang. Dirman lalu menyiapkan teman–temannya untuk berdoa & memberikan salam.

          Hari ini Bu Ani akan mengajarkan tentang lingkungan laut. “Nah, anak – anak kalian tahukan bahwa Negara kita adalah Negara maritim. Bahkan Negara kita memiliki lebih dari 13.000 pulau yang berarti kita juga mempunyai akan laut yang kaya, kita harus menjaganya baik–baik. Ada yang mau bertanya?”

          “Kalau tidak ibu akan melanjutkanya. Kita boleh saja menangkap ikan di laut, tetapi jangan menggunakan racun atau bom karna bisa mengganggu habitat laut, benih–benih ikan kecil akan mati karena bom atau racun itu. Jadi kita tidak boleh menangkap ikan dengan bom atau racun tersebut, melainkan dengan alat–alat pancing yang ramah lingkungan. Kalau ada yang ketahuan menangkapnya dengan racun atau bom tersebut kita bisa dapat hukuman penjara. Ada yang mau bertaya?”

          “Apakah ibu dapat memberi contoh yang lain selain lingkungan laut?” kata Dirman.

          “ Pertanyaan yang bagus, selain lingkungan laut ada juga lingkungan hutan. Di lingkungan hutan terdapat banyak pohon yang bisa diolah menjadi kayu untuk membangun rumah kita. Bila kita menebang kayu itu secara besar–besaran kita dapat merusak lingkungan hutan. Seperti hewan-hewan dihutan tersebut akan mati & pada musim hujan, hutan yang gundul dapat menyebabkan banjir. Makanya kita harus menerapkan sistem tebang pilih dan reboisasi pada hutan. Ada yang mau bertanya lagi?”

          “ Bu, apa yang dimaksud sistem tebang pilih dan reboisasi?” kata Sungaib.

          “Tebang pilih yaitu tidak menebang sembarang pohon & reboisasi yaitu penanaman hutan kembali. Kalian paham?”  kata Bu Ani. “ Paham Bu” jawab anak–anak serentak.

          “ Bu apakah cara penangkapan ikan di daerah kita sudah benar?” tanya Ayub.

          “ Penangkapan ikan dikampung kita masih asri yaitu dengan menggunakan peralatan tradisional. Kita harus menjaganya jangan sampai para nelayan dikampung kita terpengaruh oleh tangan-tangan jahat.”

          Anak-anak mengangguk–anggukan kepala, diiringi dengan janji dalam hati  untuk menjaga amanat Bu Ani itu. Sebenarnya Bu Ani ingin berbicara panjang lebar, tapi bel pergantian jam pelajaran sudah berdentang. Namun hati mereka seperti terus mengingat masalah itu. Bisa jadi, hal itu disebabkan oleh lingkungan mereka yang ada dipinggir laut.







Sang Dermawan

          Suatu hari, Dirman & Sungaib berjalan – jalan di tepi pantai. Mereka berdua memang sering menikmati pemandangan pantai. Deburan ombak tidak bosan–bosan membentur karang yang teguh dan kukuh. Pantas orang sering menyebut  setegar batu karang sebagai simbol orang yang teguh pendirian.

          Tidak lama kemudian ada mobil yang mengarah ke desanya. Ternyata mobil itu berhenti di depan Sungaib & Dirman. Lalu orang yang di dalam mobil itu turun. Ia menanyakan dimana rumah kepala kampung disini. Sungaib & Dirman pun mengantarkannya sampai ke rumah kepala kampung.

          Orang itu pun langsung menemui Pak Jafar. Ia memperkenalkan diri kepada Pak Jafar. Ia bernama Pak Juned. Setelah memperkenalkan diri Pak Juned langsung mengutarakan maksud kedatangannya. Pak Juned kemari ingin membeli ikan hasil tangkapan nelayan, yang bernama ikan Napoleon & Grouper. Ternyata di kampung Dirman ada ikan tersebut. Pak Juned langsung membeli semua ikan itu dengan harga Rp. 8000 ,- per kilogram.

          Warga di kampung itu sangat senang kepada Pak Juned. Karena Pak Juned sangat dermawan & baik hati. Kalau orang–orang menerima tamunya dengan suka cita, tidak demikian dengan Bu Ani guru Dirman. Entah kenapa guru itu kurang senang melihat keberadaaan Pak Juned di kampung itu. Ia takut ada pamrih dibalik semua ini.

Tokoh Idola

Hai aku bernama Arini Ratnasari. Sekarang aku akan menceritakan tokoh idolaku ialah orang tuaku terutama mamaku. Nama lengkap mamaku yaitu Neni Nuryani. Ia lahir di Subang, tepatnya Sukamandi Jaya, 7 Oktober 1974.
        Saat berumur 5 tahun mamaku sudah bersekolah di Madrasah Ibtidaiah selama 3 tahun . Setelah kelas 4 mama pindah sekolah ke SDN Margamulya 1. Di SD, mama aktif mengikuti kegiatan Pramuka. Sejak SD mamaku memiliki cita-cita ingin menjadi pilot. Mama lulus SD tahun 1986.
        Setelah lulus SD mama melanjutkan sekolahnya, ke SMP Negeri 1 Sukamandi. Di SMP, mama aktif mengikuti kegitan PMR, paduan suara, Pramuka, dan OSIS. Mama lulus SMP tahun 1989.
        Selanjutnya mama bersekolah di SMAN 1 Ciasem. Di SMA, mama aktif mengikuti kegiatan OSIS, Pramuka, PMR, dan olahraga. Mama lulus tahun 1992.
        Lulus SMA mama tidak langsung melanjutkan sekolah. Karena masalah ekonomi, mama memilih kerja di swasta yaitu di pabrik Sanyo Cikarang.
       
        Karena mama ingin memperbaiki taraf hidup, mama selalu mengikuti tes masuk CPNS. Setelah beberapa tahun mengikuti tes, mama lulus dan bisa menjadi PNS. Mama menjadi PNS pada tahun 1999.
        Mamaku pun menikah pada 15 November 1999. Dan baru pada tahun 2008 mama bisa melanjutkan sekolahnya ke Universitas Subang. Mama berkuliah sambil bekerja menjadi PNS di Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat.
        Oh iya, hobi mamaku tuh membaca. Aku mengidolakan mamaku karena ia tuh wanita yang sangat hebat. Di pagi hari ia selalu memasak. Lalu berangkat bekerja dan pulang pada sore hari. Setelah pulang, pekerjaan mamaku belum selesai, ada menyapu, menyucuci, dan menyetrika. Semua itu dikerjakannya tanpa mengeluh.
        Selain itu aku mengagumi mamaku karena, ia menurutku wanita yang kuat, disiplin, ramah, baik, pokoknya top dan hebat dech. Semoga aku bisa menjadi sepertinya.

Puisi


KEINDAHAN PANTAI



Di tepi pantai…

Aku berjalan

Melihat laut begitu biru

Membuat hatiku tenang…



Aku berjalan

Menyusuri pasir putih

Terlihat pohon hijau

Menyejukan mata ini…



Sinar sang surya

Menerangi pantai

Membuat ku tak bisa

Melupakanmu 



Setiap aku melihat

Pantai biru

Aku selalu

Teringat padamu

Amanat           :

1.      Kita harus bisa menjaga alam ini dengan sebaik-baiknya.
Kita harus bisa melestarikan alam.

Sambutan Basa Sunda

Assàlamu’alaikum Wr.Wb
Bismillàhirohmaanirrohin

Bapak kepalà sekolah, bapàk, ibu guru ànu ku simkuring dipihormàt, rerencangàn anu ku simkuring dimulyàkeun.

Puji sinàreng syukur uràng sanggahkeun kà gusti Allah nu mahà suci, màrgi urang sadayà tiasà kempel dinà ieu acarà. Sholawat sinàreng salàm mugià dilimpahkeun kà junjungan àlam kànjeng Nabi Muhammàd SAW. Mudàh-mudahàn dugi kà para sohabatnà, para tabii’n tug dugi kà urang sadayanà anu nganut kà mantennà.
Abdi yakin yen kalahiran Muhammad di dunya ieu mangrupa salah sahiji pitunjuk kanggo urang kanggo langkung ngaronjatkeun ketakwaan urang ka Allah SWT. ku kituna, peuting ieu urang mengkaji langkung tebih ngeunaan Muhammad minangka Nabi ahir jaman,anu sakaligus janten panutan dina maragakeun saban pitunjuk-pitunjuk na dina ngajalanan kahirupan ieu dugi di aherat.
Luhur wasta Pupuhu Panitia,kalintang deui urang nepikeun wilujeung sumping ka saderek, sakaligus wilujeng ngadangu ceramah ageman ngeunaan Maulid Nabi Muhammad SAW,anu Insya Allah bade geura-giru ditepikeun ku anu dipihormat Ustadzah Bapa Ayuba Dharma Putri. Hatur nuhun urang sampaikeun deui ka anjeunna anu dipihormat anu wengi ieu ngawidian nyondong kanggo mikeun siraman rohani ka urang sadaya.

Akhirul kalam, wabillahi taufiq wal hidayah.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Book Review Remember Dhaka


BOOK REVIEW



When I first saw this novel in Yogya Grand Subang booksale. I fell in love with the title and cover. The cover has combination of bright colors. I directly bought and read it. The title is Remember Dhaka. Remember Dhaka was written by DyLunaly and published by Bentang Belia. The novel has 204 pages. The editor name is Ikhdah Henny. Published on 2013. I think the genre of this novel is romance. The price of this book is cheap, only Rp15.000, that's one of my reason bought this novel.

This novel was about Arjuna Indra Alamsjah. He has stubbornness. He was upset because his sister and his father decided to send Arjuna to Dhaka to become a volunteer. At first Arjuna was approve it, and something was happened to him. And well, Arjuna agreed with his sister and his father to go to Dhaka for a month as a teacher who will teach children in one school there. After being a volunteer in a month, his father would grant any wish of Arjuna.

And the journey of being a volunteer was started. Juna should be scrimped. Now, he wasn't having any more and he was forced to use the budget airlines for flights to Dhaka. This is something new for Arjuna who had always get at least a first class flight to his destination. He also had to use public transportation for trips to where he lived as a volunteer. And in Dhaka, he met an a female native Sweden named Emma, and she was advisor arjuna during his time as a volunteer in Dhaka.

Arjuna's life in Dhaka in the begining it was excruciating. He never imagined that Dhaka was a city where every three hours is always held power outages and blackouts water for energy saving. He also complained every day and missed the comfortness of  Jakarta. However, the figure of Emma made him change. Emma show  him about gratitude, about giving and making the other to be happy.There is a feeling, more than just a friend of Arjuna's heart to Emma.

In addition we can dive into the life of Arjuna in Dhaka, Dy also invited us to know about this city. I really appreciate all, because Dy took a different setting. She introduces us through a variety of interesting places in Dhaka and Kolkata, teaches us a little bit of how to speak Bangla and tell us some people's habits in Bangla. One more interesthing in this novel that Arjuna always wrote a story about his journey and his life in Dhaka through his writingblog posts.

The touching part is when there was student in which Arjuna became a teacher, went school without shoes, and he drew shoe laces and boots on his feet as if he were wearing a real shoes andshow it of to Arjuna. It's very touching to me, that there is a spirit in the child to attend school despite the limitations that he had. In my opinion, this novel not only teaches Arjuna about the meaning of life and the process of maturation itself, but it taught me just how lucky I am compared with other children even to buy decent clothes to wear to school they couldn't.

I recommend this novel especially for teenagers. This novel gives a clear value, that while young we have to working hard and  do something for the social life.I feel motivated, thats why I give this book 5 stars out of 5. Like that what Kak Agni said. She said "The future made by every single tear and sweat. Future is what path you choose today!" So read this book, and you will find a lot of quotes.







AriniRatnaari

XII MIPA 6